BRMP Sumsel Perkuat Kapasitas Penyuluh Dukung Swasembada Pangan
PALEMBANG – Penguatan peran penyuluh pertanian menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung percepatan swasembada pangan di Sumatera Selatan. Hal tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas Penyuluh dalam Mendukung Pelaksanaan Program Swasembada Pangan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Sriwijaya BRMP Sumatera Selatan, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh unsur BPPSDMP, BRMP Sumatera Selatan, dinas pertanian, penanggung jawab swasembada pangan, serta penyuluh dan pengelola data pertanian dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Sumatera Selatan menekankan pentingnya koordinasi dan percepatan usulan bantuan pertanian. Hingga pelaksanaan rapat, usulan benih PM-AAS telah mencapai 31.418 hektare atau 68 persen dari target 45.615 hektare. Masih terdapat kekurangan usulan seluas 14.197 hektare yang perlu segera ditindaklanjuti. Selain itu, capaian penyusunan RDKK yang baru mencapai 41 persen juga menjadi perhatian bersama.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan pentingnya pengawalan Gerakan Tanam Menyongsong El Nino, pemantauan realisasi tanam, serta koordinasi data panen dan produksi. Pengawalan pertanaman padi periode Oktober 2026 hingga September 2027 juga memerlukan dukungan seluruh pihak terkait.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Palembang, memaparkan dukungan pengelolaan lahan dan irigasi melalui program optimalisasi lahan, rehabilitasi dan cetak sawah, bantuan olah lahan, serta pengembangan infrastruktur irigasi dan konservasi air.
Rapat koordinasi juga membahas tata kelola administrasi penyuluh pertanian dan pengembangan aplikasi Neo SIMLUHTAN Versi 2.0. Materi yang disampaikan BPPSDMP menekankan pentingnya tertib administrasi, peningkatan kompetensi penyuluh, serta pemutakhiran data petani, kelembagaan, dan potensi pertanian secara berjenjang.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sumatera Selatan mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani. Percepatan usulan bantuan, pengawalan kegiatan di lapangan, serta pemutakhiran data diharapkan dapat mendukung pencapaian target swasembada pangan di Sumatera Selatan.