Konsolidasi Luas Tambah Tanam Padi dan Penjaringan CPCL Bantuan Pertanian
OGAN KOMERING ILIR - Konsolidasi pelaksanaan Luas Tambah Tanam (LTT) padi serta penjaringan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) bantuan pestisida di Lahan CSR dan bantuan Silika PM-AAS dilaksanakan di KP IP2MP Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian beserta Tim CPCL, Penyuluh CWS Provinsi Sumatera Selatan, Katimker Penyuluh Pertanian Kabupaten OKI, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten OKI.
Dalam konsolidasi LTT padi, dibahas capaian dan kesanggupan penanaman Kabupaten OKI untuk mendukung target nasional pada bulan Agustus 2026. Berdasarkan hasil konsolidasi, target LTT yang ditetapkan pemerintah pusat untuk Kabupaten OKI pada bulan Agustus sebesar 13.580 hektar, sementara kesanggupan kabupaten yaitu 7.877 hektar.
Perbedaan antara target pusat dan kesanggupan tersebut dipengaruhi oleh kondisi di lapangan. Sejumlah lahan masih dalam kondisi standing crop sehingga belum dapat dilakukan penanaman kembali. Selain itu, kondisi kekeringan di beberapa wilayah juga menjadi kendala dalam pelaksanaan tanam, terutama pada lahan yang membutuhkan ketersediaan air yang cukup.
Selain membahas LTT, kegiatan juga difokuskan pada penjaringan CPCL untuk bantuan pestisida di lahan CSR. Berdasarkan hasil pendataan, luas calon penerima bantuan pestisida mencapai 2.407 hektar, dengan jenis bantuan yang didominasi oleh herbisida dan insektisida. Penjaringan ini diharapkan dapat mendukung pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) sekaligus menjaga produktivitas tanaman padi di wilayah Kabupaten OKI.
Sementara itu, untuk bantuan Silika PM-AAS, hasil penjaringan CPCL mencapai 2.136 hektar. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan dan optimalisasi produktivitas padi pada lahan sasaran.
Melalui kegiatan konsolidasi dan penjaringan CPCL ini, seluruh pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan data lapangan sesuai dengan kondisi aktual, sehingga dukungan program bantuan pertanian dapat disalurkan tepat sasaran.