Sprinkler, Solusi Penyiraman Bawang Putih Saat Musim Kemarau
Penggunaan sprinkler menjadi solusi praktis untuk mengoptimalkan penyiraman lahan bawang putih saat musim kemarau. Alat ini menyebarkan air menyerupai hujan, membantu menjaga kelembapan tanah, serta menghemat tenaga dan waktu penyiraman.
Bawang putih membutuhkan air sekitar 3–5 liter/m² per hari atau setara 3–5 mm, bergantung pada cuaca dan kondisi tanah. Tanaman sangat membutuhkan air sejak awal pertumbuhan hingga pembentukan dan pengisian umbi. Kekurangan air pada fase tersebut dapat menghambat pembentukan umbi dan menurunkan hasil panen.
Satu sprinkler berukuran 1/2 inci dengan radius siram 18 meter memiliki cakupan teoritis sekitar 0,10 hektar. Penggunaan dan penempatan alat yang tepat dapat membantu pemerataan air di lahan bawang putih. Namun, penyiraman perlu dikurangi saat umbi memasuki pematangan dan dihentikan menjelang panen sesuai kondisi tanaman agar umbi berkembang optimal.