BRMP Sumsel Berkolaborasi dengan Penyuluh Siapkan Penerapan PM-AAS di Lahan Pasang Surut Banyuasin
BANYUASIN - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Selatan terus memperkuat sinergi dengan para penyuluh pertanian dalam mempersiapkan penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Banyuasin. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung implementasi PM-AAS pada lahan rawa pasang surut sebagai bagian dari target pengembangan PM-AAS nasional.
Pada kesempatan tersebut, BRMP Sumsel menghadirkan Dr. Wage Ratna Rohaeni,S.P.,M.Si. sebagai narasumber untuk memberikan penguatan materi terkait konsep dan komponen teknologi PM-AAS yang diikuti oleh para penyuluh pertanian yang akan berperan sebagai ujung tombak pendampingan petani di lapangan.
Dalam paparannya, Dr. Wage menjelaskan berbagai komponen teknologi PM-AAS serta peluang penerapannya pada agroekosistem rawa pasang surut, khususnya dengan mengoptimalkan sistem tanam yang telah berkembang di tingkat petani, yaitu sistem broadcast (sebar). Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi modern dengan tetap menyesuaikan kondisi spesifik lokasi dan kebiasaan budidaya petani.
Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai arah kebijakan implementasi PM-AAS seluas 1 juta hektare secara nasional. Khusus di Provinsi Sumatera Selatan, ditargetkan penerapan PM-AAS mencapai 45.614 hektare, sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara BBRMP Sumsel, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan petani agar target tersebut dapat tercapai secara optimal.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan calon lokasi penerapan PM-AAS di Kabupaten Banyuasin. Tim bersama para penyuluh melakukan identifikasi kondisi lahan, kesiapan infrastruktur pendukung, serta potensi pengembangan teknologi PM-AAS sebagai dasar penyusunan langkah implementasi di lapangan.
Melalui kolaborasi yang erat, diharapkan penerapan PM-AAS di Kabupaten Banyuasin dapat menjadi model pengembangan pertanian modern di lahan rawa pasang surut serta berkontribusi nyata dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional.