BRMP Sumsel Kawal Swasembada Pangan Di Kota Lubuk Linggau
BRMP Sumatera Selatan melaksanakan pendampingan swasembada pangan di Kota Lubuk Linggau pada 10–13 September 2026. Kegiatan meliputi peninjauan lapangan, pemantauan bantuan pemerintah, serta koordinasi dengan penyuluh pertanian.
Peninjauan dilakukan pada demplot Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Desa Siring Agung. Di lapangan ditemukan kendala berupa serangan hama tikus dan pertumbuhan awal tanaman yang belum seragam. Namun, secara umum penerapan teknologi PM-AAS berjalan dengan baik.
BRMP Sumatera Selatan juga memantau pembangunan Irigasi Perpompaan (IRPOM) di Kelompok Tani Karya Tani, Kelurahan Lubuk Kupang, yang masih dalam tahap konstruksi. Selain itu, dilakukan pemantauan lahan terdampak kekeringan di Kelompok Tani Rahayu, Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II, seluas 20 Ha, dengan kondisi tanaman telah memasuki fase vegetatif.
Peninjauan selanjutnya dilakukan di Kelompok Tani Jujur Maju, Kelurahan Siring Agung, yang direncanakan menerapkan teknologi PM-AAS pada lahan seluas 48 Ha. Di Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, peninjauan dilakukan pada lahan terdampak kekeringan, yaitu Kelompok Tani Karya Makmur, Kelurahan Air Kuti seluas 5 Ha, serta Kelompok Tani Kali Gesik dan Kelompok Tani Tani Lestari di Kelurahan Taba Jemekeh seluas 9,2 Ha.
Selain peninjauan lapangan, BRMP Sumatera Selatan menggelar pertemuan dengan para penyuluh pertanian Kota Lubuk Linggau untuk memastikan kesesuaian data Laporan Luas Tambah Tanam (LTT), bantuan pemerintah, serta kondisi dan permasalahan di lapangan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRMP Sumatera Selatan dalam memperkuat pendampingan dan sinergi bersama penyuluh serta kelompok tani guna mendukung percepatan swasembada pangan di Kota Lubuk Linggau.