BRMP Sumsel Koordinasikan Percapatan LTT di Kayu Agung
Dalam rangka mendukung percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi, BRMP Sumatera Selatan melaksanakan koordinasi dan kunjungan lapangan ke Dusun Celikah RT 14, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sabtu (12/9).
Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pertanaman, potensi pengembangan areal tanam, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Koordinasi dipimpin oleh Direktur Wilayah BRMP Sumatera Selatan dan dihadiri Katimker Kabupaten Ogan Komering Ilir, Korluh, penyuluh pertanian, serta petani. Melalui diskusi langsung di areal persawahan, tim memperoleh informasi mengenai perkembangan pertanaman sekaligus aspirasi petani terkait dukungan yang diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan luas tanam.
Saat ini, petani di Dusun Celikah telah melakukan pertanaman padi sekitar 4 hektare dengan metode tanam pindah dan tanam sebar. Areal persawahan yang dikelola oleh sekitar dua kelompok tani tersebut memiliki potensi pengembangan mencapai ±180 hektare. Potensi ini dinilai cukup besar untuk mendukung peningkatan LTT dan produksi padi di Kabupaten Ogan Komering Ilir apabila didukung ketersediaan sarana pengairan yang memadai.
Namun, kondisi kekeringan menjadi kendala utama yang dihadapi petani. Selama kurang lebih dua bulan tidak terjadi hujan, sementara muka air sungai di sekitar persawahan mengalami penurunan sekitar 1–2 meter. Petani telah berupaya membuat sumur bor secara swadaya sebagai sumber air alternatif, tetapi pemanfaatannya masih terkendala keterbatasan pompa dan sarana pendukung. Di sisi lain, penggunaan air sungai juga perlu memperhatikan keberadaan karamba ikan milik masyarakat agar kebutuhan pengairan sawah tidak berdampak pada keberlangsungan usaha perikanan.
Untuk mendukung percepatan LTT, diperlukan tindak lanjut berupa verifikasi kondisi sumur bor, sumber air, kebutuhan kapasitas pompa, serta jaringan distribusi air. Dukungan sumur bor dan pompa air menjadi salah satu alternatif yang perlu diprioritaskan, mengingat potensi lahan mencapai sekitar 180 hektare. Dengan dukungan sarana pengairan dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan pertanaman yang telah dilakukan dapat dipertahankan hingga panen sekaligus membuka peluang penambahan luas tanam di kawasan tersebut.