Penerapan Teknologi Padi Rendah Emisi
BANYUASIN – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan penerapan teknologi padi rendah emisi berbasis modernisasi pertanian di Pulau Harapan, Sembawa, Kabupaten Banyuasin, pada Sabtu (04/04/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi pertanian menuju sistem budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, adaptif terhadap perubahan iklim, serta berorientasi pada peningkatan produktivitas padi nasional. Implementasi teknologi rendah emisi dilakukan melalui pendekatan budidaya modern, optimalisasi mekanisasi, efisiensi penggunaan air, pengelolaan residu tanaman, serta penerapan alat dan mesin pertanian yang presisi.
Pelaksanaan kegiatan turut diperkuat melalui kolaborasi bersama tim dari perusahaan alat berat Komatsu, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan sektor industri dalam mendorong percepatan modernisasi pertanian di tingkat lapangan, khususnya pada pengelolaan lahan, dukungan mekanisasi, dan efisiensi operasional budidaya padi.
Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan, Dr. Ir. Sam Herodian, M.S., IPU., APEC Eng., Tim Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Prof. Dr. Ir. Hasil Sembiring, M.Sc., Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Selaku PJ Swasembada Pangan Provinsi Sumsel, Dr. Rachmat, Kepala BRMP Sumatera Selatan, Kepala SMK-PPN Sembawa, Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian dan Tim Swasembada Pangan BRMP Sumsel.
Dalam arahannya, para narasumber menekankan bahwa penerapan teknologi padi rendah emisi bukan hanya berfokus pada peningkatan hasil, tetapi juga menjadi bagian penting dari agenda nasional menuju pertanian berkelanjutan, efisiensi input, penurunan jejak karbon sektor pangan, dan penguatan ketahanan pangan masa depan.
Kepala BRMP Sumatera Selatan menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi model percontohan penerapan modernisasi budidaya padi rendah emisi di Sumatera Selatan, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor antara pemerintah, dunia pendidikan vokasi, tenaga ahli, dan mitra industri.